JAKARTA SELATAN – Enam mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas Telkom menggelar program sosialisasi literasi digital dan keamanan teknologi informasi bagi anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah, Jl. Tebet Barat Dalam IV No. 21, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 09.00-10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Informasi Teknologi untuk Masyarakat (ITUM) Universitas Telkom dan menyasar anak-anak usia Sekolah Dasar kelas 1 hingga kelas 6.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat literasi digital di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Katadata Insight Center (2023), Indeks Literasi Digital masyarakat Indonesia berada pada angka 3,65 dari skala 5, yang masih masuk dalam kategori sedang. Kondisi ini dinilai lebih mengkhawatirkan di lingkungan panti asuhan, di mana keterbatasan fasilitas, minimnya akses teknologi, serta rendahnya edukasi berbasis digital menjadi hambatan utama bagi anak-anak untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi secara aman.
Laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tahun 2022 juga mencatat bahwa anak-anak di Indonesia masih memiliki kesadaran yang rendah dalam menjaga keamanan data pribadi di internet. Berdasarkan hasil observasi tim di Panti Asuhan Mizan Amanah Tebet, ditemukan bahwa anak-anak di sana masih memiliki keterbatasan pemahaman dalam menggunakan teknologi secara aman, serta minat terhadap teknologi yang rendah akibat kurangnya kegiatan edukatif yang menarik.
Program yang diberi tema “Jelajahi Teknologi, Temukan Mimpimu” ini berlangsung selama dua jam dengan metode edukasi partisipatif. Kegiatan dibuka oleh master of ceremony, dilanjutkan sambutan dari perwakilan panitia, lalu penyampaian materi interaktif tentang pengenalan teknologi informasi, literasi digital, dan keamanan berinternet. Materi disampaikan secara komunikatif dengan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. Sesi tanya jawab kemudian memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi, sebelum diakhiri dengan games dan kuis edukasi digital berhadiah serta foto bersama.
Sonya, ketua tim pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama yang ditemukan di lapangan. “Kami melihat anak-anak di sini sudah mulai mengenal smartphone dan internet, namun belum memahami cara menjaga data pribadi, mengenali konten berbahaya, dan menggunakan media sosial secara bijak. Program ini kami rancang agar mereka tidak hanya bisa memakai teknologi, tetapi juga paham bagaimana bersikap aman dan bertanggung jawab di dunia digital,” ujarnya. Mutia sebagai pihak panti menyambut baik kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengetahuan anak-anak,” katanya.
Program ini menargetkan minimal 80 persen dari total peserta yang hadir mampu memahami cara menggunakan internet dan media sosial secara aman dan bijak setelah mengikuti sosialisasi. Panti Asuhan Mizan Amanah turut berperan aktif dengan menyediakan tempat, fasilitas, serta mengoordinasikan keikutsertaan anak-anak dan berpartisipasi dalam evaluasi program.
Tim pelaksana terdiri dari Sonya sebagai ketua, bersama lima anggota yaitu Fidi Ferdiyanto, Naba Fathurrahman, Najwa Keysha Saputri, Ladea Hafifa Mutiasari, dan Shafwan Aidiel Akbar, di bawah bimbingan dosen Annisa Desianty, S.Kom., M.Kom. Seluruh kegiatan berjalan dengan baik.
Melalui kegiatan ini, tim berharap anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan produktif. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan perguruan tinggi dalam mendorong pemerataan literasi digital, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi informasi.

