CIREBON — Tim Berkah IT Innovillage Telkom University Jakarta yang didampingi oleh Annisa Desianty, S.Kom., M.Kom. bersama mahasiswa Syafiq Umar Ashfani, Ahmad Naufal Ghifari, dan Muhammad Fadhlurrahman melaksanakan implementasi Program TANDUVIA (Sistem Posyandu Cerdas Berbasis RFID untuk Deteksi Dini Stunting) di Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Program ini merupakan inovasi berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu melalui digitalisasi pencatatan pertumbuhan balita serta mendukung percepatan deteksi dini stunting.
Program TANDUVIA dikembangkan sebagai solusi atas berbagai kendala yang masih dihadapi Posyandu, seperti proses pencatatan yang masih dilakukan secara manual menggunakan buku register dan Kartu Menuju Sehat (KMS), lamanya waktu pelayanan, serta keterlambatan pelaporan data kepada Puskesmas. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, Desa Lemahabang memiliki 222 balita, dengan 68 balita atau sekitar 30,6% berada pada kategori stunting maupun berisiko stunting. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan balita.
Implementasi Sistem TANDUVIA
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Lemahabang, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan untuk menyamakan persepsi mengenai mekanisme implementasi program. Selanjutnya, tim melakukan pengenalan sistem TANDUVIA yang mengintegrasikan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dengan aplikasi berbasis web sebagai media pencatatan dan pemantauan pertumbuhan balita secara digital.
Melalui sistem ini, setiap balita memiliki kartu RFID yang digunakan sebagai identitas digital. Setelah kartu ditempelkan pada RFID reader, data balita akan ditampilkan secara otomatis sehingga kader dapat langsung melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, serta memantau status pertumbuhan berdasarkan standar WHO. Sistem juga dilengkapi dengan dashboard monitoring dan penyimpanan data secara real-time, sehingga proses pelaporan kepada Puskesmas menjadi lebih cepat dan akurat.

Selama kegiatan implementasi, tim juga memberikan pendampingan kepada kader Posyandu mengenai penggunaan perangkat RFID, pengoperasian aplikasi, serta proses pencatatan data pertumbuhan balita secara digital. Pendampingan dilakukan agar seluruh kader mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan memahami alur pelayanan yang baru.
Dukungan Pemerintah Desa dan Mitra
Pemerintah Desa Lemahabang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program TANDUVIA dengan memfasilitasi kegiatan implementasi serta mendorong kolaborasi antara kader Posyandu, Puskesmas, dan masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sehingga sistem yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan sebagai bagian dari pelayanan Posyandu di desa.
Selain pemerintah desa, kader Posyandu juga berperan aktif selama proses implementasi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam sesi praktik penggunaan sistem, diskusi, serta penyampaian berbagai masukan untuk pengembangan fitur yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.

Respons Positif Peserta
Untuk memperoleh umpan balik terhadap pelaksanaan Program TANDUVIA, tim melakukan wawancara kepada lima orang perwakilan mitra yang terdiri atas kader Posyandu dan perwakilan Pemerintah Desa Lemahabang. Pemilihan responden dilakukan secara purposive karena keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan serta padatnya aktivitas para kader dan mitra, sehingga tidak memungkinkan melakukan wawancara kepada seluruh peserta. Kelima responden dipilih karena memiliki keterlibatan langsung selama proses implementasi dan dinilai mampu mewakili pandangan kelompok sasaran terhadap pelaksanaan program.
Berdasarkan hasil wawancara, seluruh responden memberikan tanggapan positif terhadap implementasi Program TANDUVIA. Mereka menyampaikan bahwa sistem berbasis RFID mempermudah proses identifikasi balita, mempercepat pencatatan data pertumbuhan, serta membantu kader dalam mengelola data kesehatan secara lebih rapi dan akurat. Selain itu, responden menilai bahwa antarmuka aplikasi mudah dipahami dan berpotensi meningkatkan efektivitas pelayanan Posyandu dibandingkan dengan metode pencatatan manual yang sebelumnya digunakan.
Secara umum, hasil wawancara menunjukkan bahwa Program TANDUVIA diterima dengan baik oleh mitra dan memiliki potensi untuk terus diterapkan sebagai bagian dari digitalisasi pelayanan Posyandu di Desa Lemahabang. Masukan yang diberikan oleh para responden juga menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk melakukan penyempurnaan sistem sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi seluruh pengguna.
