
Jakarta 14 Mei 2026 – Sebagian besar UMKM di Indonesia masih bergantung pada komunikasi WhatsApp pribadi untuk menangani pesanan pelanggan. Kondisi ini menciptakan inefisiensi operasional yang signifikan, terutama ketika volume pesanan meningkat. Dapur Kembar, sebuah usaha katering tradisional yang berlokasi di Jakarta Timur dengan basis pelanggan korporat besar, mengalami tantangan serupa hingga akhirnya berinisiatif untuk melakukan transformasi digital.
Melalui program Teknologi Informasi untuk Masyarakat (TIM) dari Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas Telkom, tim mahasiswa yang dipimpin oleh Farhan Dwi Ananda Putra (103062400074), bersama anggota Naufal Wicaksono (103062400048) dan Syahidan Ananta (103062400060) berhasil mengembangkan solusi ekosistem digital terintegrasi untuk Dapur Kembar.
Dapur Kembar, usaha katering kue tradisional dan snack box yang telah berdiri sejak 2010 di Jakarta, berhasil melakukan transformasi digital melalui program pengabdian masyarakat. Meski telah memiliki klien prestisius seperti Astra, Toyota, Mitsubishi, dan berbagai hotel, usaha ini masih menghadapi sejumlah hambatan operasional yang menghambat pertumbuhannya.
Sebelum digitalisasi, pemilik harus menjawab pertanyaan pelanggan soal menu, harga, dan stok secara berulang setiap hari melalui WhatsApp, sementara seluruh perhitungan pesanan masih dilakukan secara manual menggunakan kalkulator dan buku catatan. Fasilitas pembayaran nontunai seperti QRIS pun belum tersedia, dan kehadiran digital usaha ini di Google Maps serta Instagram dinilai belum cukup profesional untuk menarik klien korporat baru.
Merespons tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat mengembangkan ekosistem digital yang mencakup beberapa komponen utama. Website katalog interaktif berbasis React JS dibangun dengan fitur filter menu per kategori — Kue Asin, Kue Manis, dan Nasi Box — yang responsif di semua perangkat. Lebih dari itu, sistem dilengkapi dengan smart recommendation calculator yang secara otomatis merekomendasikan ukuran box berdasarkan pilihan kue pelanggan, sehingga meminimalkan kesalahan pemesanan sekaligus memberikan transparansi harga secara real-time.
Inovasi lain yang turut diimplementasikan adalah integrasi otomatis ke WhatsApp Business, di mana detail pesanan dari website langsung terkirim sebagai pesan terstruktur tanpa perlu diketik ulang oleh pelanggan maupun pemilik. Selain itu, profil Google Business diperbarui dengan optimasi SEO lokal disertai foto produk profesional yang ditingkatkan menggunakan teknologi AI, serta fasilitas pembayaran QRIS statis untuk mendukung transaksi nontunai.
Hasilnya, beban administratif pemilik berkurang signifikan, risiko kesalahan hitung pada pesanan besar dapat dieliminasi, dan Dapur Kembar kini tampil lebih kredibel di ranah digital untuk menjangkau klien korporat yang lebih luas.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa digitalisasi UMKM bukan soal mengadopsi teknologi terbaru semata, melainkan tentang menemukan solusi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan operasional nyata di lapangan.
