
BEKASI – Tim mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas Telkom Kampus Jakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka mata kuliah Teknologi Informasi untuk Masyarakat (TIUM) dengan menyasar pelaku usaha mikro kuliner rumahan di kawasan Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026, di kediaman mitra usaha, Griya Asri Taman Mini Blok O5 No. 4, RT 09/RW 20, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi ini berfokus pada digitalisasi UMKM Dapoer Mama Winda melalui pembangunan website e-commerce dan optimalisasi platform digital sebagai sarana perluasan pasar.
Dapoer Mama Winda merupakan usaha mikro kuliner rumahan yang dikelola secara mandiri oleh Ibu Winda Ningsih di kawasan Pondok Melati, Bekasi. Sebelum program ini berjalan, usaha tersebut sepenuhnya bergantung pada jaringan pelanggan dari lingkungan terdekat dan komunikasi pemasaran melalui WhatsApp secara manual, tanpa kehadiran digital yang dapat diindeks oleh mesin pencari. Kondisi ini menyebabkan jangkauan pasar terbatas, proses penerimaan pesanan yang menyita waktu operasional pemilik akibat pertanyaan berulang mengenai menu dan harga, serta belum termanfaatkannya platform pesan antar seperti GoFood dan ShopeeFood sebagai kanal distribusi tambahan.
Apa yang Dibangun Tim?
Materi utama yang disampaikan meliputi pengenalan website katalog digital yang telah dibangun oleh tim, dilengkapi fitur tampilan produk, informasi harga, deskripsi menu, serta tombol pemesanan yang terhubung langsung ke WhatsApp. Website ini dirancang responsif agar dapat diakses dengan baik melalui perangkat mobile maupun desktop, mengingat mayoritas pelanggan potensial berinteraksi melalui smartphone. Tim menjelaskan bahwa keberadaan website katalog bukan sekadar kehadiran digital simbolis, melainkan alat fungsional yang secara langsung mengurangi beban komunikasi berulang pada pemilik usaha sehingga waktu operasional dapat dialihkan sepenuhnya ke proses produksi.
Selain website, tim juga memaparkan langkah-langkah optimalisasi Google Business Profile agar usaha Dapoer Mama Winda dapat ditemukan oleh calon pelanggan baru melalui pencarian lokal, serta proses pendaftaran pada platform layanan pesan antar GoFood dan ShopeeFood sebagai kanal distribusi tambahan yang selama ini belum dimanfaatkan oleh mitra.
Tim menampilkan website “Jajan Trus Yuk” yang telah aktif secara online, memperlihatkan secara nyata alur pengalaman pelanggan mulai dari membuka katalog produk, memilih menu, hingga melakukan pemesanan melalui tombol WhatsApp yang terintegrasi. Sistem integrasi peta menggunakan OSRM untuk penentuan ongkos kirim serta sinkronisasi pembayaran QRIS melalui Midtrans Snap turut didemonstrasikan, memberikan gambaran bahwa infrastruktur yang dibangun bukan prototipe sederhana melainkan sistem yang siap dioperasikan secara mandiri oleh mitra.
Ibu Winda Ningsih selaku pemilik usaha diberikan kesempatan untuk mencoba langsung antarmuka sistem, dari sisi pengelola maupun dari sudut pandang pelanggan, sehingga pelatihan bersifat hands-on dan tidak sekadar demonstrasi satu arah.
Dampak bagi Mitra dan Lingkungan Sekitar
Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak yang terukur dan langsung dirasakan oleh Dapoer Mama Winda. Pertama, mitra kini memiliki kehadiran digital yang dapat ditemukan oleh calon pelanggan baru di luar jaringan personal pemilik, sebuah perubahan mendasar dari kondisi sebelumnya di mana usaha ini praktis tidak terindeks secara digital. Kedua, proses pemesanan yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada komunikasi manual kini dapat difasilitasi oleh sistem yang bekerja secara otomatis, sehingga beban operasional harian pemilik berkurang secara signifikan. Ketiga, integrasi dengan platform pesan antar membuka kanal penjualan baru yang sebelumnya sama sekali belum dimanfaatkan, memperluas potensi jangkauan pasar ke segmen konsumen yang terbiasa memesan makanan secara daring.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa intervensi teknologi informasi yang tepat sasaran mampu mentransformasi usaha mikro dari skala operasional yang terbatas dan bergantung pada jaringan personal, menjadi entitas usaha yang memiliki infrastruktur digital fungsional, jangkauan pasar yang lebih luas, dan kapasitas untuk terus berkembang secara mandiri. Bagi tim mahasiswa sendiri, kegiatan ini menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan kompetensi teknis untuk memecahkan permasalahan konkret di masyarakat, sebuah dimensi pembelajaran yang tidak dapat diperoleh semata-mata di dalam ruang kelas.
