
JAKARTA – Perwakilan mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas Telkom Jakarta sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat interaktif bertajuk “Fun Coding Day” pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan teknologi berbasis web menggunakan platform Code.org dengan modul Minecraft Hour of Code. Program ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Multazam dengan tujuan utama untuk meningkatkan literasi digital serta melatih kemampuan berpikir komputasional (computational thinking) para santri tingkat SD, SMP, dan SMA secara adaptif dan menyenangkan.
Pondok Pesantren Darul Multazam memiliki potensi besar dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia yang berlandaskan nilai keagamaan kuat. Namun, di era digitalisasi ini, penguatan religius tersebut menghadapi tantangan berupa minimnya paparan teknologi kreatif dan sistem pembelajaran yang masih cenderung konvensional. Keterbatasan akses terhadap edukasi pemrograman dasar memicu terjadinya kesenjangan digital (digital divide) antara lingkungan pesantren dengan institusi pendidikan formal lainnya. Jika dibiarkan, para santri berisiko tertinggal dalam penguasaan keterampilan berpikir logis dan sistematis yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di masa depan.
Sebagai langkah solutif, para mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) memanfaatkan platform edukasi web Code.org. Solusi ini menggunakan modul Minecraft Hour of Code yang mengimplementasikan sistem pemrograman berbasis blok visual. Melalui metode ini, para santri dapat mempelajari logika dasar pemrograman seperti sequence, pengulangan (looping), hingga pengandaian (logic if-else) tanpa hambatan teknis penulisan sintaks yang rumit. Keunggulan utama sistem ini dibanding metode konvensional adalah sifatnya yang interaktif, visual, dan adaptif untuk pemula, sehingga memicu kreativitas tinggi tanpa membosankan.
Rangkaian kegiatan pengabdian ini berjalan secara kronologis melalui tiga tahapan utama:
1. Tahap Awal: Tim melakukan koordinasi internal, sosialisasi dosen, serta observasi lapangan langsung untuk memetakan kebutuhan dan perizinan bersama pimpinan Pondok Pesantren Darul Multazam, KH Anom Sujiyo, S.E.
2. Tahap Eksekusi: Pelaksanaan workshop intensif di lokasi. Dimulai dengan sesi Tech Talk untuk mengenalkan konsep Computational Thinking, dilanjutkan praktik langsung (Coding Workshop) di mana 20 santri sasaran menyelesaikan tantangan level pemrograman blok didampingi oleh para tutor mahasiswa. Suasana dicairkan lewat Mini Games dan pemberian apresiasi (Awarding).
3. Tahap Keberlanjutan: Tim menyerahkan plakat penghargaan serta merintis pembentukan kelompok atau komunitas belajar IT internal pesantren agar para santri dapat terus mengasah keterampilan digital mereka secara mandiri.
Penerapan inovasi edukasi ini memberikan dampak positif instan bagi para mitra. Sebanyak 20 santri kini memiliki kompetensi dasar dalam memahami alur pemrograman secara visual dan terbiasa berpikir kritis untuk problem solving.
Secara kelembagaan, kegiatan ini sukses mereduksi jarak kesenjangan digital pada kurikulum non-formal pesantren.
Keberhasilan program “Fun Coding Day” ini memicu harapan besar agar metode edukasi teknologi kreatif berbasis game serupa dapat direplikasi secara luas di berbagai pondok pesantren dan sektor pendidikan non-formal lainnya. Melalui aksi nyata ini, Universitas Telkom Jakarta kembali menegaskan komitmen akademisnya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dampak edukatif langsung, serta menyiapkan generasi santri yang adaptif, cerdas teknologi, dan siap menyongsong masa depan modern.
Penulis: Khalisa Rahima Zahra | Editor: Revianti Putri
Tags: Pendidikan, Teknologi Informasi, Telkom University, Abdimas
