
JAKARTA TIMUR – Pengguna Kecerdasan Buatan atau yang sering dikenal dengan AI (Artificial Intelligence) berasal dari berbagai kalangan dan didominasi oleh siswa/siswi di bangku sekolah, namun sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai cara penggunaan yang benar. Hal ini ditemukan pada siswa siswi SMA Negeri 67 Jakarta yang cenderung memanfaatkan AI sebagai alat instan untuk mendapatkan jawaban tanpa proses belajar yang mendalam.
Karena rendahnya literasi operasional terhadap AI serta belum adanya panduan etika penggunaan AI di sekolah menjadi salah satu masalah besar. Mayoritas siswa baru hanya sebatas mengetahui cara bertanya kepada AI, namun masih belum memahami bagaimana cara memvalidasi kebenaran jawaban yang diberikan. Padahal, teknologi AI sering kali memberikan informasi yang kurang akurat atau biasa disebut sebagai halusinasi dari AI itu sendiri.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi – Telkom University melaksanakan program pengabdian masyarakat berjudul “AI Goes to School” sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Program ini berupa kegiatan edukasi interaktif yang mencakup penyampaian materi dasar AI, etika penggunaan AI, serta sesi praktik langsung yang diselimuti dengan games interaktif dan sesi tanya jawab di kelas.

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026. Pendekatan yang dilakukan oleh tim mahasiswa adalah dengan menerapkan metode komunikasi dua arah yang interaktif agar materi yang disampaikan terasa dekat dengan keseharian siswa siswi. Alih-alih menggunakan materi yang rumit, program ini difokuskan pada pengenalan fungsi mendasar teknologi AI yang menampilkan dampak nyata dalam membantu tugas sekolah sehari-hari.
Capaian keberhasilan program ini terlihat dari tingginya respons positif dan keaktifan para peserta saat beradu argumen di sesi diskusi. Melalui kompetisi kelompok kecil yang seru dan ruang tanya jawab yang terbuka, para pelajar kini mendapatkan sudut pandang baru mengenai batasan moral digital. Hasilnya, kesadaran siswa siswi untuk tidak menjiplak karya orang lain meningkat, sekaligus menumbuhkan komitmen bersama untuk tetap menjunjung tinggi integritas di bidang akademik.
