
JAKARTA TIMUR – Pengguna Kecerdasan Buatan atau yang sering dikenal dengan AI (Artificial Intelligence) berasal dari berbagai kalangan dan didominasi oleh siswa/siswi di bangku sekolah, namun sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai cara penggunaan yang benar. Hal ini ditemukan pada siswa siswi SMA Negeri 67 Jakarta yang cenderung memanfaatkan AI sebagai alat instan untuk mendapatkan jawaban tanpa proses belajar yang mendalam.
Karena rendahnya literasi operasional terhadap AI serta belum adanya panduan etika penggunaan AI di sekolah menjadi salah satu masalah besar. Mayoritas siswa baru hanya sebatas mengetahui cara bertanya kepada AI, namun masih belum memahami bagaimana cara memvalidasi kebenaran jawaban yang diberikan. Padahal, teknologi AI sering kali memberikan informasi yang kurang akurat atau biasa disebut sebagai halusinasi dari AI itu sendiri.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi – Telkom University melaksanakan program pengabdian masyarakat berjudul “AI Goes to School” sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Program ini berupa kegiatan edukasi interaktif yang mencakup penyampaian materi dasar AI, etika penggunaan AI, serta sesi praktik langsung yang diselimuti dengan games interaktif dan sesi tanya jawab di kelas.
