
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi bertema Penipuan Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Siber. Kegiatan ini diikuti oleh 7 peserta dari masyarakat Kelurahan Tebet RT 07/RW 05 dengan tim pelaksana yang terdiri atas 5 mahasiswa dan didampingi oleh 1 dosen sebagai penilai kegiatan. menyebabkan peningkatan kasus penipuan digital, termasuk perkembangan teknologi informasi, meningkatnya penggunaan internet, serta perubahan model bisnis kelompok kriminal yang beralih ke aktivitas digital. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta terkait penipuan digital dan keamanan siber. Selanjutnya, tim pelaksana menyampaikan materi mengenai dinamika penipuan digital, perkembangan skema penipuan modern, pemanfaatan teknologi AI dalam aktivitas penipuan, serta strategi pencegahan dan penanganan apabila menjadi korban. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Pada akhir kegiatan, peserta diminta mengerjakan post-test dan mengisi kuesioner kepuasan sebagai bentuk evaluasi kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan
Pada tahap ini tim pelaksana melakukan identifikasi kebutuhan materi, penyusunan bahan presentasi, evaluasi, serta penyusunan instrumen koordinasi dengan pihak masyarakat setempat terkait waktu dan lokasi pelaksanaan kegiatan.
b. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta mengenai penipuan digital dan keamanan siber. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi sosialisasi oleh tim pelaksana yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan terkait ancaman penipuan digital yang pernah ditemui.
c. Tahap Evaluasi
Setelah seluruh materi disampaikan, peserta diminta mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, peserta juga mengisi kuesioner kepuasan guna memperoleh umpan balik mengenai kualitas materi, metode penyampaian, dan manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan.

Hasil evaluasi yang kami lakukan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Rata-rata tingkat ketepatan jawaban peserta meningkat dari 84% pada pre-test menjadi 96% pada post-test. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode sosialisasi yang digunakan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital, mampu mengenali ciri-ciri aktivitas yang mencurigakan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi data pribadi dan aset digital. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa edukasi keamanan siber merupakan salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman kejahatan digital yang terus berkembang.
