
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak melemah pada awal perdagangan Jumat pagi, 8 Mei 2026. Tekanan jual tampak mewarnai pembukaan pasar, membuat indeks utama Bursa Efek Indonesia bergerak di zona merah.
Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat turun 17,63 poin atau 0,25% ke level 7.162,35. Pelemahan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati dalam mengambil posisi di akhir pekan perdagangan. Pada awal sesi, sebanyak 193 saham menguat, 240 saham melemah, dan 210 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam indeks LQ45. Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi deretan saham yang mencatat pelemahan terdalam di kelompok LQ45 pada perdagangan pagi tersebut.
Pelemahan IHSG pada awal perdagangan ini mencerminkan masih adanya tekanan di pasar saham domestik. Investor cenderung menunggu arah sentimen berikutnya, baik dari faktor global, pergerakan nilai tukar, harga komoditas, maupun perkembangan ekonomi dalam negeri.
Meskipun IHSG dibuka melemah, pergerakan indeks masih berpotensi berubah sepanjang sesi perdagangan. Aktivitas beli selektif pada saham-saham tertentu dapat membantu menahan koreksi lebih dalam, terutama jika investor kembali masuk ke saham berfundamental kuat.
Memasuki akhir pekan, pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati pergerakan saham-saham unggulan, khususnya emiten yang masuk indeks LQ45. Saham seperti EMTK, HRTA, dan SMGR akan menjadi perhatian karena pelemahannya ikut memberi tekanan terhadap psikologi pasar pada pembukaan perdagangan Jumat pagi.
