
Jakarta, 1 Mei 2026 – Dalam upaya mendukung peningkatan literasi digital generasi muda serta memperluas akses pendidikan teknologi bagi masyarakat, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi Telkom University Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Edukasi Dasar Computational Thinking dan Coding bagi Anak Panti Asuhan sebagai Upaya Peningkatan Literasi Digital” di Panti Asuhan Chairun Nissa yang berlokasi di Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Teknologi Informasi untuk Masyarakat (ITUM) yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan guna memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berlangsung sangat cepat menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis sejak usia dini. Salah satu kemampuan yang kini dianggap penting adalah Computational Thinking (CT) atau berpikir komputasional, yaitu kemampuan untuk memecahkan suatu masalah melalui pendekatan yang terstruktur, terukur, dan efisien. Kemampuan ini menjadi fondasi dalam mempelajari ilmu komputer, pemrograman, kecerdasan buatan, serta berbagai bidang teknologi lainnya.
Namun demikian, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan pengenalan teknologi yang memadai. Anak-anak yang tinggal di panti asuhan sering kali memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan pembelajaran teknologi yang interaktif dan aplikatif. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Telkom University Jakarta untuk menghadirkan program edukasi yang dirancang secara khusus agar mudah dipahami, menyenangkan, dan sesuai dengan usia peserta.
Program pengabdian masyarakat ini dikemas dalam konsep “IT Camp Sehari”, yaitu kegiatan pembelajaran intensif yang menggabungkan unsur edukasi, permainan, dan kolaborasi. Metode pembelajaran yang digunakan mengadopsi pendekatan gamification dan unplugged coding, yaitu metode belajar konsep pemrograman tanpa menggunakan komputer. Pendekatan ini dipilih agar peserta dapat memahami konsep dasar coding dan computational thinking melalui aktivitas yang sederhana, interaktif, dan mudah diterapkan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah Human Robot, yaitu permainan yang mengajak peserta untuk memberikan instruksi langkah demi langkah kepada temannya yang berperan sebagai robot. Melalui permainan ini, peserta belajar mengenai konsep algoritma, sequencing, dan pentingnya instruksi yang jelas dalam menyelesaikan suatu tugas.
Selain itu, peserta juga mengikuti Binary Game, sebuah permainan yang mengenalkan konsep sistem bilangan biner yang menjadi dasar dalam pengolahan data pada komputer. Melalui permainan tersebut, anak-anak diajak memahami bagaimana komputer merepresentasikan informasi menggunakan angka 0 dan 1. Aktivitas lain yang tidak kalah menarik adalah permainan logika dan tantangan kelompok yang bertujuan mengembangkan kemampuan pattern recognition, decomposition, serta problem solving secara kreatif.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak panti asuhan terlihat aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia teknologi. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta juga menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan menyenangkan sehingga materi dapat disampaikan dengan lebih efektif.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Lexa Namiko Premasta sebagai ketua tim, didampingi oleh Payme Risky Aulia Pulungan, Rahman Darmawan Siregar, Adriyan, Rizki Hikmah Syahjaya, dan Muhammad Teguh Insani sebagai anggota tim. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Annisa Desianty, S.Kom., M.Kom. yang memberikan arahan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan materi, hingga evaluasi pelaksanaan program.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim melakukan serangkaian persiapan yang meliputi survei lokasi, koordinasi dengan pihak panti asuhan, penyusunan modul pembelajaran, pembuatan media edukasi, hingga pengadaan kebutuhan logistik. Persiapan yang matang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim juga menyusun dan menyerahkan sebuah modul pembelajaran berjudul “Belajar Coding Seru” kepada pihak panti asuhan. Modul tersebut berisi materi dasar computational thinking, aktivitas permainan edukatif, latihan sederhana, serta panduan belajar mandiri yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk terus mengembangkan pengetahuan mereka setelah kegiatan berakhir.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar coding dan teknologi informasi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan dunia digital di masa depan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa Telkom University Jakarta dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis teknologi dan pendidikan. Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kepedulian sosial.
Ke depan, tim berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak komunitas, sekolah, maupun panti asuhan lainnya. Dengan demikian, semakin banyak anak Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mengenal teknologi secara positif, kreatif, dan produktif, sehingga mampu menjadi generasi yang siap menghadapi era transformasi digital dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
