
JAKARTA, Telkom University Jakarta – Di tengah pesatnya laju transformasi digital, penguasaan berpikir komputasional (computational thinking) kini telah bergeser menjadi sebuah urgensi dan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Teknologi Informasi untuk Masyarakat (TIUM-67) dari Program Studi S1 Teknologi Informasi Fakultas Informatika Telkom University Jakarta sukses menyelenggarakan sebuah program kontribusi nyata berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dirancang untuk memperkuat kesiapan kerja serta kompetensi teknis siswa di sekolah menengah kejuruan.
Program yang dilaksanakan secara luring pada Rabu, 6 Mei 2026 ini mengusung tema resmi, “Penguatan Kesiapan Karier dan Kompetensi Algoritma Pemrograman melalui Seminar Interaktif dan Workshop Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMKN 46 Jakarta.”

Kegiatan interaktif ini menyasar langsung siswa kelas XI Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK Negeri 46 Jakarta, yang berlokasi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kehadiran tim disambut hangat oleh Ibu Reni, S. Pd., selaku kepala konsentrasi keahlian RPL yang turut mendukung penuh jalannya acara. Dipandu langsung oleh Dosen Pembimbing Annisa Desianty, S.Kom., M.Kom., tim Abdimas ini bergerak secara kolaboratif bersama enam mahasiswa yang terbagi ke dalam penugasan spesifik, yaitu Ayesha Muhammad Farafaiza (Ketua Tim/MC), Mohammad Leokhansa Naghara (Pemateri Praktikum), Nesya Fakhira Arianti (Pemateri Karier), Sultan Balya Haidar (Pemateri Logika), Rassya Naufal Khairunnas (Pemateri Karier), serta Fahri Alfarizi Sarah Putra (MC).
Analisis Situasi: Menjembatani Tantangan Logika dan Portofolio Digital
Sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi di Jakarta, SMK Negeri 46 Jakarta memegang peranan yang sangat strategis dalam memproduksi sumber daya manusia siap kerja di industri kreatif dan teknologi. Kendati demikian, pada jenjang pertengahan kelas XI, siswa sering kali menghadapi fase transisi yang cukup menantang dari pola belajar umum menuju materi kejuruan yang spesifik. Berdasarkan analisis situasi dan pemetaan awal di lapangan, ditemukan beberapa hambatan utama yang dihadapi oleh para siswa:
- Membangun Fondasi Masa Depan Lewat Penguatan Logika Berpikir Algoritma: Proses adaptasi dari materi dasar menuju penguasaan pemrograman lanjutan di kelas XI memerlukan pendekatan yang adaptif. Di fase pertengahan studi ini, siswa membutuhkan ruang eksplorasi yang lebih mendalam untuk mempertajam kemampuan dekomposisi masalah (memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil) serta merumuskan logika dasar secara terstruktur guna menghadapi proyek kejuruan yang lebih rumit.
- Kebutuhan Eksplorasi Peta Jalan Karier yang Komprehensif: Berada di jenjang kelas XI berarti siswa sudah semakin dekat dengan dunia kerja dan persiapan Prakerin (Praktek Kerja Industri). Oleh karena itu, terdapat kebutuhan yang mendesak bagi mereka untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai dinamisnya ekosistem industri teknologi modern. Diperlukan perluasan wawasan mengenai kompetensi spesifik yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga siswa kelas XI dapat fokus membangun portofolio dan menargetkan keahlian mereka sejak dini guna mengisi posisi-posisi krusial di masa depan.



Gambar 3. Dokumentasi pelaksanaan Seminar dan workshop
Untuk mendukung semangat belajar tersebut, Tim TIUM-67 hadir memperkuat fondasi siswa melalui metode pembelajaran berbasis praktik (hands-on learning) yang dirancang secara bertahap guna mengakselerasi pemahaman logika pemrograman secara komprehensif.
Sinergi Empat Pilar Intervensi Program
Guna memastikan materi tersampaikan secara optimal dan berbobot, pelaksanaan program pengabdian masyarakat pada hari tersebut dibagi ke dalam empat pilar intervensi strategis:
- Seminar Eksplorasi Karier dan Tren Teknologi Modern
Dipandu oleh Nesya Fakhira Arianti dan Rassya Naufal Khairunnas, sesi pertama ini dirancang untuk membuka wawasan global siswa mengenai diversifikasi profesi di industri teknologi. Siswa diperkenalkan secara mendalam pada peta jalan karier (career roadmap) untuk posisi-posisi populer seperti Full-Stack Developer, Cloud Engineer, DevOps Engineer, hingga Game Developer. Melalui sesi ini, siswa diajak memahami bahwa portofolio yang dibangun sejak bangku sekolah merupakan modal utama dalam memenangkan persaingan industri.
- Pemantapan Fondasi Berpikir Komputasional
Sebelum melangkah ke ranah teknis, Sultan Balya Haidar bertindak sebagai fasilitator untuk memantapkan aspek kognitif siswa. Pada sesi ini, siswa dilatih untuk tidak langsung terburu-buru menulis kode (coding), melainkan diajarkan cara menganalisis masalah, mengenali pola, dan menyusun algoritma penyelesaian secara terstruktur di atas kertas.
- Workshop Hands-on Algoritma dan Optimasi Kode
Sesi inti praktikal ini dipimpin secara langsung oleh Mohammad Leokhansa Naghara. Pada tahap ini, para siswa diberikan pengalaman langsung menggunakan perangkat komputer untuk membangun proyek pemrograman sederhana. Siswa tidak sekadar diajarkan membuat program yang “asal jalan”, melainkan dibekali teknik optimasi algoritma agar kode program yang dihasilkan terstruktur, bersih (clean code), dan memiliki efisiensi performa yang tinggi sesuai standar baku industri perangkat lunak modern.
- Sistem Evaluasi Terukur dan Manajemen Acara
Guna menjaga akuntabilitas dan mengukur efektivitas penyerapan materi, Para Pemateri melakukan pengelolaan data diagnostik melalui instrumen kuis sebelum acara (pre-test) dan kuis sesudah acara (post-test). Sementara itu, manajemen operasional acara dikomandoi oleh Ayesha Muhammad Farafaiza dan Fahri Alfarizi Sarah Putra selaku master of ceremony (MC), dan seluruh dukungan teknis, distribusi perangkat ajar, serta dokumentasi visual dikelola secara sistematis oleh Anggota yang lain.
Dampak Nyata dan Komitmen Keberlanjutan
Lebih dari sekadar sesi pelatihan satu hari, program pengabdian masyarakat ini dibangun dengan visi keberlanjutan. Untuk memastikan proses eksplorasi dan belajar mandiri para siswa SMK tetap berlanjut di rumah, Tim TIUM-67 membekali siswa dengan ekosistem pembelajaran jangka panjang. Kami mendedikasikan luaran berupa modul ajar digital terstruktur dan membuka akses penuh ke repositori source code publik. Melalui inisiatif ini, ekosistem belajar tidak terputus di kelas sehingga siswa memiliki ruang untuk kembali membedah logika pemrograman dan mengembangkan karya siswa sendiri kapan saja.

Kegiatan Abdimas ini merupakan salah satu perwujudan komitmen sivitas akademika Telkom University Jakarta dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata di industri. Dengan fondasi logika yang kokoh serta arah karier yang terpetakan dengan baik, para siswa kelas XI PPLG SMKN 46 Jakarta diharapkan mampu bertransformasi menjadi talenta digital unggulan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Keberhasilan pelaksanaan program ini menegaskan komitmen nyata Telkom University Jakarta dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Semoga penguatan kompetensi dan wawasan karier yang telah dibagikan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan daya saing global siswa-siswi SMKN 46 Jakarta.
