
Jakarta Barat, 4 Mei 2026 – Kemajuan teknologi membuat media sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan para remaja. Berbagai platform digital memudahkan mereka untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengekspresikan diri mereka sendiri. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat sejumlah risiko yang perlu mendapat perhatian, seperti contohnya cyberbullying dan kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan atau oversharing.
Melihat pentingnya pemahaman mengenai keamanan digital sejak usia sekolah, mahasiswa Program Studi S1 Teknologi Informasi Universitas Telkom Jakarta mengadakan kegiatan edukasi bagi siswa SMA Tarsisius II Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mata Kuliah Teknologi Informasi untuk Masyarakat (TIUM) yang bertujuan membantu para siswa-siswi untuk memahami cara menggunakan media sosial dengan lebih aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Azzahra Fadilla Khairunisa, Nita Tri Rezeki Sihite, Zaskia Maharani Puspita Dewi, dan Zahra Nur Fauziah, dengan bimbingan Bapak Aries Saifudin, S.T., M.Kom. Seluruh anggota tim terlibat aktif dalam mempersiapkan materi, menyampaikan edukasi, memandu diskusi, serta mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sebagian siswa masih belum memahami sepenuhnya dampak cyberbullying, pentingnya menjaga data pribadi, serta cara mengatur privasi akun media sosial dengan baik. Padahal, hampir seluruh siswa aktif menggunakan platform seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan X dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal berbagai topik yang dekat dengan kehidupan mereka, mulai dari jejak digital, cyberbullying, oversharing, keamanan akun digital, hingga keamanan saat menggunakan jaringan internet publik. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, kuis, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan simulasi kasus sehingga suasana belajar terasa lebih menarik dan tidak membosankan.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Banyak siswa yang aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta memberikan pendapat ketika membahas berbagai kasus yang sering ditemui di media sosial. Interaksi yang terjalin menunjukkan bahwa isu keamanan digital merupakan topik yang dekat dengan kehidupan remaja dan perlu terus disosialisasikan.
Kegiatan edukasi keamanan digital ini diharapkan dapat membantu siswa SMA Tarsisius II memahami pentingnya menjaga privasi, lebih bijak dalam membagikan informasi di internet, serta mampu mengenali berbagai bentuk ancaman di dunia maya. Dengan pemahaman tersebut, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
